"Luna, supir yang dikirim Tuan Alex untuk menjemputmu sudah datang." Suara Sulaikah mengalun keras dari arah ruang tengah saat Luna merapikan bekal yang nanti akan dia bawa. "Oh, Ok!" Luna lantas meraih paperbag diatas meja kemudian keluar rumah untuk masuk kedalam mobil sedan hitam yang menunggunya. "Silahkan Nona." Supir paruh baya itu menutup pintu penumpang begitu Luna masuk kedalamnya. Dan kereta besi itupun meluncur menuju tempat dimana Alex bekerja yakni kantor induk Angkasa Jaya. "Maaf, bolehkan saya bertanya?" "Silahkan, Nona." sang supir menatap bayang Luna lewat spion tengah dengan senyum lembutnya. "Apakah tidak aneh jika saya datang ke kantor seseorang sedangkan saya tidak bekerja di tempat itu?" "Kalau konteksnya, anda diminta datang oleh orang yang bekerja disana, say

