Bu Sri dan Sulaikah secara bergantian menjaga dan mengontrol kondisi Luna yang tiba-tiba drop dan terkena demam tinggi. Gadis itu berulang kali terbangun dan menjerit histeris dengan air mata terus mengalir di ceruknya yang sayu. Dan kini Luna sudah tenang dalam tidurnya. "Demamnya sudah turun?" Sulaikah bertanya pada Sri yang memasuki area dapur saat wanita itu tengah membuatkan bubur untuk Luna. "Belum." gelengnya pelan dengan nafas lelahnya, "Begitu banyak orang yang berada di rumah ini tapi kenapa tidak ada satupun yang tahu kalau kejadian itu akan menimpa Luna." rasa bersalah tergambar jelas di wajah Sri. Bayang ketakutan dengan wajah pucat Luna begitu jelas tergambar di pelupuk mata Sri saat ini. "Kau sudah datang tepat waktu untuk menyelamatkan Luna. Kita tidak akan tahu jika ka

