38. Tidak Boleh Membantah

1343 Kata

"Beliau sama sekali tidak marah karena selama ini kau telah bohong padanya dan memberimu kesempatan untuk tinggal di rumah ini dan bekerja sepeti kami?” Bu Sulikah mengulang pernyataan Luna setelah gadis itu terpergok oleh sang tuan. “Iya.” Angguk Luna tenang dengan tangan mengupas bumbu. “Luna, kau tahu-kan alasan kami menyembunyikan wajah aslimu dari Tuan?” Bu Sri angkat bicara, menatap wajah Luna dengan tatapan khawatir. “Iya. Luna tahu dengan jelas bagaimana tuan tapi mau bagaimana lagi. Luna sudah tertangkap basah.” Gadis itu menggigit bibirnya keras, “Tapi jika Luna keluar dari rumah ini, keadaan Luna akan jauh lebih buruk karena sampai detik ini Luna tidak tahu apakah mereka masih mengejar Luna atau tidak. Luna tidak mau dijual pada lelaki hidung belang." “Apakah kau tidak meras

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN