Sindiran Imas

1410 Kata

“Kang Azzam!” pekikku tak percaya saat melihat sosok yang amat kurindukan itu berada di depan mata. Dengan segera aku bangkit dari tempat tidur, berlari ke arahnya dan memeluknya bersama segenap rasa cinta yang ada. “Kenapa lama sekali, Kang? Neng rindu,” ucapku sembari tersedu-sedu, tapi Kang Azzam malah membisu, tak kurasakan dia membalas pelukanku. “Jang Azzam pasti lapar. Ayo, kita ke dapur. Ibu sudah masakin banyak makanan.” Suara Ibu membuatku melepas pelukan, sedangkan Kang Azzam masih setia bergeming. “Ayo, Jang. Ajak Neneng juga, selepas kepergian Jang Azzam, waktu makan istrimu jadi berantakkan. Singkirkan ego kalian, demi janin yang berada di dalam rahim Neneng,” lanjut Ibu membuatku menatap Kang Azzam kembali. Lelaki di hadapanku itu nampak menghela napas, matanya melihatk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN