Kepergian Azzam

1306 Kata

"Kenapa pada diam?" tanya Kang Azzam, aku dan Nenek hanya membeku saat lelaki itu berjalan mendekat ke arah kami. "Neng, jawab. Kamu mengguna-gunaku?" tanyanya lirih dengan tatapan lekat, jarak sedekat ini bisa membuatku melihat mata Kang Azzam yang berembun. "Jawab, Neng ... jawab," pintanya sembari meraih tanganku, tak sedikit pun terdengar nada membentak keluar dari mulutnya. Kerongkonganku seolah tercekat sampai tak bisa mengeluarkan satu baris kata pun, yang ada hanya air mata meluncur bebas membasahi kedua pipi. Sakit, sedih, segalanya bergumul di dalam hatiku. Apa lagi tatkala melihat Kang Azzam menangis di hadapanku, untuk yang pertama kali. "Jang Azzam, dengarkan dulu." Nenek menyela, suamiku itu langsung menatap. "Saya sudah dengar semuanya, Nek," jawabnya membuatku semakin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN