93. Impian dan harapan

1492 Kata

"Kenapa Dan?" tanya Bu Amara kepada Dani yang tampak kaget setelah melihat ke arah layar ponselnya. Pak Ahmad juga masih melihat ke arah Dani. Tadinya dia sudah mau meninggalkan Dani, tapi istrinya menahannya ketika mendengar suara tangisan Sarah lewat telepon tadi. Timbul rasa penasaran dalam benak Bu Amara dan Pak Ahmad. Dani yang baru menyadari kalau Papa dan Mamanya masih ada di sana pun, kemudian mencoba menenangkankan Sarah kembali. "Sarah, kamu tenang, Aku akan segera kesana sekarang, kamu tunggu sebentar ya," ucap Dani sambil mengatur nafasnya karena dia juga tidak salah kagetnya melihat apa yang Sarah tunjukkan kepada Dani. "Pa, Ma. Dani ke tempat Sarah dulu. Dani nitip Reza dulu ya," ucap Dani berpamitan kepada kedua orang tuanya dengan mencium punggung tanygannya. "Iya Dan,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN