94. Kehamilan Sarah

1224 Kata

"Malam itu adalah malam terburuk untuk saya Pak." Elsa menghentikan ucapannya beberapa saat, tampak seberkas keraguan yang terukir di wajahnya yang polos itu. Ada tetesan air jernih yang juga tak sengaja menetes di pipinya. Vian masih terus terdiam sambil terus memperhatikan Elsa. Dia dengan sabar menunggu apa yang akan Elsa katakan selanjutnya. Hatinya tanpa dia sadari seolah seperti ikut bergetar, ada sebuah rasa yang ikut bergejolak yang dia sendiri tidak tahu apa artinya. "Pada saat itu, saya mendatangi Om saya dengan tujuan untuk meminjam sejumlah uang untuk biaya pengobatan ibu saya Pak. Tapi ternyata, Om saya malah menjebak saya. Saat itu saya juga merasakan kalau saya juga di beri obat, agar kesadaran saya berangsur hilang oleh Om saya. Hingga pada akhinya, Saya baru tahu kalau O

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN