Sampai di apartemennya, jam sudah menujukkan pukul sebelas malam. Vian membuka pintu, dan ternyata pintu tidak terkunci. Vian kemudian masuk perlahan dan melihat Elsa sedang tertidur sambil bersandar di meja ruang tamu. "Heh bangun!" Vian menggerakkan kaki Elsa dengan kakinya mencoba membangunkan Elsa. Elsa yang merasa tumit kakinya yang sakit tadi kersenggol kaki Vian kemudian terbangun,"Aduch... eh Pak Vian, sudah pulang Pak?" ucap Elsa sambil mencoba berdiri merapikan dirinya sambil sedikit meringis menahan sakit di tumitnya. "Iya saya! siapa lagi? tidur kaya orang pingsan! pintu depan kenapa juga tidak dikunci?kalau ada maling masuk bagaimana? apa kamu akan tanggung jawab!?" bentak Vian dengan kesal. Lebih tepatnya dia masih kesal kepada Elsa karena tidak pulang tepat waktu. Vian j

