"Om siapa? yang jelas! siapa tau perusahan aku ingin bekerja sama dengan beliaunya," Vian kemudian merapatkan tangan kanan dan kirinya ke tubuhnya. "Namanya Om Mario Pak," ucap Elsa kemudian terdiam merasa bersalah karena telah berbohong. "Ok, sudah malam, saya mau istirahat, besok bangunkan saya jam lima pagi." ucap Vian kemudian meninggalkan ruang makan menuju kamarnya. "Baik Pak." "Dan kamu juga istirahat! saya tidak ingin terganggu dengan suara kegiatanmu. Besok kalau kaki kamu belum sembuh sebaiknya periksa!" ucap Vian kemudian menaiki tangga dan masuk ke kamarnya. Elsa terdiam. Kadang kala dia merasa Vian begitu dingin dan galak terhadapnya. Tapi kadang, di lain pihak, Vian sebenarnya juga memiliki rasa hangat dan perhatian untuknya walaupun tidak di tunjukkan secara langsung.

