"Apa apaan ini? Bagaimana dia pergi begitu saja tanpa pamit dan memberi tahu kita!" Tante Merry dengan suara tingginya terihat tidak terima dengan kelakuan Vian yang pergi begitu saja. "Aku sangat hapal denga sifat Vian. Mungkin, dia ada alasan tersendiri sampai harus pergi sepagi itu," sahut Pak Hendra dengan suara yang terlihat masih tenang. "Pa, tapi bagaimanapun, Vian harusnya tetap pamit kepada papa kan? dia harusnya lebih bisa menghormati Papa sebagai orang tua kandungnya. Memang sejak kepergian Juwita dia jadi sulit di atur dan tidak mau menghormati Mama. Tapi harusnya, dia tetap menghormati Papa kan? Dia harus ingat, darimana semua yang dia dapat sekarang berasal. Sebagai anak yang baik dan mewarisi sebagian besar kekayaan keluarga bastian, harusnya dia tidak seperti itu Pa," Mer

