81. Khawatir

1587 Kata

Adam kemudian masuk ke dalam ruang inap Elsa yang tadi ditempatinya. Dia menyapu setiap sisi ruangan. Tampak kerutan di keningnya yang hampir bertahutan karena heran. Di atas tempat tidur yang Elsa tempati tadi, terdapat cincin dan kertas yang bertuliskan ucapan terimakasih dari Elsa dan juga permohonan maaf karena hanya bisa membayar biaya perawatan dengan cincin ini. Adam pun menghembuskan nafasnya kuat tanda tak mengerti apa yang dia pikirkan. "Kemana gadis itu?" desisnya pelan. "Kamu tidak salah kamar kan Dam?" tanya Vian meyakinkan sambil menatap ke arah Adam yang ada di depannya. "Tentu saja, aku belum pikun hanya untuk mengingat ruangan seorang pasien. Ini, kamu bisa membacanya sendiri, apa kamu tahu tulisan siapa ini," ucap Adam sambil memberikan surat dan cincin yang pernah Via

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN