82. Perasaan yang tak menentu

1500 Kata

Saat pintu di buka, bukan hanya Vian yang terkaget melihat keberadaan Elsa di kamar, tapi Elsa juga terkaget karena Vian tiba tiba masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Elsa yang tadinya dalam kondisi menangis sambil tertidur, akhirnya reflek langsung berganti posisi duduk. Vian pun masih dalam keadaan tidak percaya, karena gadis yang dia cari dari tadi keliling kota, akhirnya ketemu dan malah berada dikamarnya sendiri satu Apartemen dengan Vian. Pancara wajah yang awalnya menggebu dan senang, tapi kemudian mulai mencair begitu saja. "Sejak kapan kamu disini? kenapa kamu menangis?" ucap Vian lembut kemudian hanya terdiam duduk di sebelah Elsa.  Perasaannya tak menentu. Egonya seolah saling berlawanan. Ingin rasanya Vian memeluk Elsa, tapi bagaimanapun dia harus te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN