Vian melangkahkan kakinya kembali menaiki tangga. Walau tampak ragu, dia harus memastikan apa Elsa sudah makan atau belum. Dia juga harus mencari cara agar Adam bisa memberikan obat untuknya dengan sandiwara kalau dia tidak mengetahui apapun soal dirinya. Sesampai didepan pintu kamar Elsa, Vian mengetuk kamar Elsa terlebih dahulu. Baru setelahnya dia membuka pintu dan memasuki kamar Elsa. Dia berjalan mendekati Elsa, dan berdiri sambil memandangi keadaan Elsa yang masih akan hancur. Maka dari itu Elsa mencoba merahasiakan semuanya dari Vian terlebih dahulu. "Apa kamu tidak mendengar pertanyaanku?" ucap Vian mencoba menekankan pertanyaannya yang tidak mendapat jawaban dari Elsa. "Ma-maaf Pak, saya tidak lapar. Tapi, jiika Pak Vian mau makan, biar saya masakkan dulu." Elsa kemudian segera

