“100 juta.” Agnes melihat ke dalam kotak lagi. “Apa sih ini?” ucap Agnes sedikit takut. Agnes membuka kertas putih penutup kotak itu. Saat dibuka, dia melihat ada beberapa berkas di dalam sana. Agnes mengambil satu berkas dan melihatnya. Dia membaca isi berkas itu, tapi tidak tahu berkas itu milik siapa. “Berkas apa sih ini?” gumam Agnes. Agnes terus melihat isi tiga berkas yang ada di dalam kotak itu. Dia sama sekali tidak mengenal berkas itu, bahkan sama sekali belum pernah melihatnya. “Punya siapa sih ini? Salah taroh apa gimana nih.” Agnes jadi bingung sendiri. Memang kebetulan nama Agnes di kantor ini bukan hanya dia, jadi siapa tahu saja pengirimnya salah alamat mengirim berkas. Saat Agnes akan keluar dari ruang kerjanya, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ada sebuah deretan nomor

