Amnesia

1449 Kata

Sosok itu menoleh, menampakkan wajah yang sangat familiar, itu adalah Alex, anak panti asuhan yang selama ini sangat disayangi Maya. Alex menatap Maya dengan pandangan dingin yang tidak pernah ia perlihatkan sebelumnya selama tinggal di panti asuhan. "Maafkan aku, Kak Maya, tapi orang tua Dirga adalah alasan mengapa ayahku mendekam di penjara sampai mati." Api dari korek itu mulai menyentuh ujung dokumen tanah panti asuhan, menciptakan lubang hitam kecil yang mulai membesar perlahan. Maya mencoba menggapai kaki Alex, namun sebuah sepatu bot hitam besar tiba-tiba menginjak tangan Maya dengan sangat keras. "Kerja bagus, Nak, sekarang biarkan gadis ini melihat mimpinya menjadi abu sebelum dia menyusul suaminya," ucap suara berat yang muncul. Maya mendongak dan melihat seorang pria dengan s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN