Tentara bayaran itu melolong kesakitan saat ponsel di sakunya meledak, menghanguskan paha dan menghancurkan detonator di tangannya. Arus pendek akibat banjir elektromagnetik yang diciptakan Dirga tadi ternyata menjalar hingga ke perangkat komunikasi musuh. "Siapa yang melakukan ini? k*****t!" raung tentara itu sambil jatuh berlutut di lumpur. Sartika tidak membuang detik berharga, ia melepaskan satu tembakan presisi yang melumpuhkan tangan kanan pria itu sebelum ia sempat meraih senjata cadangannya. Maya memeluk Alex erat-erat, jantungnya serasa ingin melompat keluar mendengar suara ledakan di arah panti tadi. "Alex, apa maksudmu dengan ruang bawah tanah rahasia? Siapa yang menyiapkannya?" tanya Maya dengan napas memburu. Alex menunjuk ke arah Dirga yang kini terduduk lemas di dekat pa

