Gas hijau tipis mulai memenuhi ruangan bunker melalui celah ventilasi di atas langit-langit beton. Maya segera merobek kain bajunya dan membasahinya dengan sisa air minum untuk menutupi hidung Alex. "Tutup hidung kalian, jangan sampai menghirup gas ini terlalu banyak!" teriak Sartika sambil berusaha mencari tombol darurat untuk menutup saluran udara. Suasana menjadi sangat panik karena napas Dirga mulai terdengar sangat berat dan terputus-putus. Raka memukul panel kontrol dengan tinjunya, namun sistem sudah terkunci total oleh perintah dari luar. "Ini gas saraf jenis terbaru, kita hanya punya waktu kurang dari sepuluh menit sebelum jantung kita berhenti," lapor Raka dengan wajah yang mulai memucat. Maya merangkak menuju Dirga dan menempelkan kain basah ke wajah pria itu yang sudah sanga

