Bagian 9 : Sayang

2909 Kata

Amren bisa merasakan jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. Entah memang benar detaknya semakin cepat atau hanya sugesti Amren saja yang gugup. Ya, gugup menunggu jawaban dari mulut Ley. Gue ngelakuin ini, akhirnya dia terus bergumam dalam hati begitu sadar apa yang dia ucapkan sebelumnya adalah pertanda dirinya akan menapaki jalan baru. "Ley—" Tubuh gadis itu sudah menubruk begitu saja pada Amren. Memeluk dengan rasa bahagia luar biasa. Ley mengecup pipi Amren, kanan dan kiri. Hanya bagian pipi, karena Ley takut mencium bagian bibir akan seperti yang Aidya katakan dampaknya. "Apa jawabannya, Ley?" "Iya. Nih, Ley sudah peluk Reren." Gadis itu kembali mencium pipi Amren. Amren mendesah napas lega. Tak percaya dirinya bisa segugup ini hanya karena menunggu jawaban seorang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN