[ A U T H O R ] Ada beberapa saat dimana Dean tidak bisa membedakan mana yang realita dan mana yang derita. Keduanya beda tipis, bukan hanya dari segi pelafalan abjad, namun maknanya pun tak jauh berbeda. Realita dan derita seperti undian lotere. Dan kali ini, deritanya berkejar-kejaran dengan realitanya. Tak bisa Dean tebak. Sudah setengah sepuluh malam, berarti sudah empat jam lebih dia berdiri di sini. Di depan gerbang rumah Zade, menunggu gadis itu untuk menampakkan diri, karena sedari tadi, semenjak Tante Susan datang dan menyuruh Dean masuk, Zade masih belum juga muncul. Dan Dean bersikeras untuk menunggu di luar saja. Diliriknya lagi jam di pergelangan tangan, jarum jam terus bergulir dari satu titik ke titik lain, namun Dean tak mau menyerah, dia harus meminta penjelasan dari

