Tiga belas | Seperti Asap Hutan Sumatera

1139 Kata

Zade mencengkram rok seragam sekolahnya dengan kuat sementara bayangan itu semakin mendekat, menghampiri dirinya. Suasana hening, dingin dan mencekam membuat gadis itu merinding, bulu kuduknya berdiri saat sentuhan halus menyapa bahunya. "Hai..." suara itu mengalun menyapa telinga Zade, mengantarkan ciuman seringan bulu di pelipisnya, "lama tidak bertemu!" Ujarnya lalu mengelilingi badan Zade, mencekatnya dengan bau menyengat. Zade semakin menguatkan cengkramannya, mencegah dirinya untuk berteriak. Lagi pula, tidak ada yang bisa menolongnya saat ini. Dia berada di tempat terpencil, tempat yang sudah lama tidak ia kunjungi, karena setelah sekian lama, Zade pikir, dia sudah menghilang. Ternyata dia masih di sana, berdiri di sudut terkelam. Satu kenyataan menampar Zade, Dean kini berada jau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN