Regan sudah menyuruh Tif untuk turun ke parkiran VIP setelah jam kantor selesai. Ia akan aman bertemu Regan di sana karena hanya para direktur dan jajarannya yang dapat memarkirkan mobilnya di sana. Tif memang tidak ingin cari gara-gara dengan Regan di hari pertama jadi ia menepati janjinya. Pria itu sudah berada di dalam mobil, Tif berjalan ke pintu depan bagian penumpang. “Hai.” Sapanya. Regan sedang bersandar di jok pengemudi sambil mendengarkan seseorang yang berbicara dari earphone bluetoothnya. Lengannya terulur dan menyuruh Tif untuk maju menghampirinya agar ia bisa mencium wanita itu. Mulutnya mencium Tif dengan pelan dan tanpa suara. Pria itu mendekap Tif dan menahan ciumannya lama hingga Tif memaksa melepaskannya karena tubuhnya tidak kuat menahan lebih lama lagi. Ia lalu kem

