Setelah tugas Aril waktu itu. Ara sudah mulai disibukkan dengan segala macam tugas mata kuliah lainnya. Belum lagi tentang tugas di HMJ. Mengurus banyak hal. Mading program studi, acara seminar, dan juga program kelas tambahan. Dia menjadi jarang berkomunikasi dengan Luffi. Rasa rindunya tertahan. Terkadang dia bahkan menangis sendirian di kamarnya. Saat Luffi tak langsung membalas pesannya, mengangkat teleponnya. Juga sebaliknya, sast Luffi menelpon tapi dia sedang sibuk jadi tidak sempat mengangkat. Hubungan mereka sedikit renggang. Rasa saling curiga timbul di benak mereka masing – masing. Ara dan Luffi sama – sama mencoba memahami. Bentangan jarak dan juga keadaan. Kondisi dimana mereka saling sibuk. Hingga rindu sulit untuk terobati. “Sayang.” Luffi mengirim pesan pada Ara. Sement

