Luffi bergegas pulang. Jalannya dia percepat. Setelah turun dari angkot dengan membawa koper besar. Semua tetangga melihat ke arahnya. “Wah, wes mantuk Le?” (Wah, sudah pulang nak?) Tanya salah seorang tetangganya. “Injih Bu.” (Iya Bu) jawabnya singkat. Rasa rindu dengan orang tua, juga keponakan – keponakannya yang lucu – lucu, membuatnya semakin menambah kecepatan jalannya. Tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk dan mencari Ibunya. “Buuuu, Luffi pulang.” Ucapnya, dia langsung berhambur ke pelukan Ibunya. “Kok ora ngabari?” (Kok tidak memberi kabar?) Jawab Ibunya sambil memeluk anaknya. “Sampun ujian langsung bablas mriki Bu.” (Setelah ujian langsung kesini Bu) jawabnya halus. “Bapak teng pundi Bu?” (Bapak dimana Bu?) Lanjutnya. “Bapak lagi tilik Pak Rt, Pak Rt gerah.” (Bap

