Beberapa bulan berlalu. Hubungan Ara masih penuh dengan lika – liku. Kadang masalah signal, masalah jam kerja dan kuliah yang gak sinkron, Ara masuk pagi, Luffi masuk siang. Masalah komenan di sss, dan banyak lagi. Masa kuliah Ara segera berakhir. Liburan semester sudah ada di depan mata. Tapi banyak tugas kuliah menanti untuk dikerjakan. Ara masih saja bermalas – malasan. Malam semakin larut, tapi Ara hanya membuka dan menutup lembar tugasnya. Kemudian dia menempelkan wajahnya di meja belajar. Dia mengingat kejadian di kampus tadi sore. Saat dimana dia keliru menyebut nama, seharusnya dia menyebutkan ketua kelasnya, tapi dia malah menyebutkan nama dosennya tepat dihadapan dosen itu. Flashback on. “Tapi Pak, kami sudah mengumpulkannya sebelum jam dua.” Jelas Ara pada Dosennya. Karena t

