Luffi sudah berpamitan pada kakak dan kakak iparnya. Menyapa kedua keponakannya yang lucu-lucu. Membawa beberapa barang titipan kakaknya. Juga sudah mengabari Ara, bahwa dia akan pulang naik kereta pagi itu. Sepanjang perjalanan, Luffi larut dalam pikirannya. Banyak hal yang dia pikirkan. Hari acara tahunan keluarga sudah semakin dekat. Ada rasa resah dalam dirinya. Rasa berontak akan kebebasan dirinya. Sebuah acara yang nantinya akan mengubah dunianya. Dan dia harus memilih jalannya sendiri. Tapi, dia masih ragu dengan keputusannya. Ada rasa ingin menjauh, tapi dia tidak bisa. Dia tidak bisa meninggalkan semuanya begitu saja. Juga tentang Ara, bagaimana responnya, bagaimana perasaannya, apa dia akan baik-baik saja saat mendengarnya. Semua hal itu membuat Luffi menjadi sangat khawatir. D

