Hape Ara berdering, dia melihat hapenya, ternyata Luffi. Dia langsung melipir ke kamae untuk mengangkat telepon itu. “Halo sayang,” ucapnya pada Luffi. “Halo, kamu lagi apa? Sudah selesai tugasnya?” tanya Luffi lembut. “Belum nih, masih kurang satu lagi. Acaranya sudah selesai ya?” “Sudah, tapi masih pada ngumpul disini sih.” “Acara apa sih sayang? Arisan keluarga ya?” tanya Ara penasaran. “Eng, acara tahunan keluarga. Ngumpul-ngumpul aja kok... Sayang...,” “Ya?” “Ada yang mau aku ... ,” “Apa?” “Ada yang mau aku sampaikan.” “Oke,” jawab Ara. “Tapi ... ,” “Tapi apa?” “Kamu janji ya,” ujar Luffi pelan. “Janji apa nih?” “Janji jangan marah,” ucap Luffi selembut yang dia bisa. “Kenapa aku harus marah? Ada apa sih sebenarnya?” Ara menjadi penasaran. “Sebenarny

