Kepedihan

1149 Kata

Sudah lama, sejak Ara masuk ke dalam kamarnya. Nesa mencoba menyusulnya. Karena tugas sudah selesai dikerjakan, tinggal kirim lewat email. Dan hanya Ara yang belum mengirim. Dia mengetuk pintu kamar Ara. Tok. Tok. Tok. Nesa membuka sedikit pintunya, kepalanya melongol ke dalam kamar. “Ra, sudah selesai nih. Tinggal kamu saja yang belum,” ucap Nesa. Tapi tak ada jawaban dari Ara, dia malah mendengar isakan tangis. Dia pu akhirnya masuk dan menutup lagi pintunya. “Kamu kenapa Ra?” Tanya Nesa cemas. Dipelukknya Ara dengan erat. Ditepuk-tepuk punggungnya, dia mencoba menenangkannya. “Kamu kenapa?” tanyanya lagi. Bukannya menjawab, Ara semakin menangis terisak-isak. “Ssssttt, tenang dulu, iya nangis dulu aja. Puasin dulu, aku gak nanya-nanya dulu deh,” ucap Nesa padanya. Dia menun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN