Lindsey menatap pondok di belakang dengan rasa penasaran. Dia telah berada di ruang belakang, berdiri mematung di balik jendela. Mungkin sudah tiga puluh menit berlalu. Mungkin sudah empat puluh lima menit. Atau mungkin sudah enam puluh menit. Celline sudah tak bisa lagi memperkirakan berapa lama ia berdiri di sini. Yang ia ingat, setelah Sean memberi kabar tentang seseorang yang disebut sebagai penyelundup, Darrel memilih pergi menuju pondok untuk mengatasi masalah ini. Kondisi pondok itu sekilas tak berubah banyak dari kondisi sebelumnya. Tampak kuno dengan kesan anggun di setiap sisi. Untuk pecinta seni, pondok itu pasti mampu dijadikan sebagai objek seni yang mumpuni. Dari segi mana pun, bangunan tersebut memiliki keindahan alami. Namun, bagi Lindsey, pondok yang berada di belak

