Dua Puluh Sembilan

1046 Kata

Dengan kaki lemas yang dipaksakan untuk melangkah untuk meraih tasnya lalu masuk ke dalam taksi menuju rumah sakit di mana Edward berada saat ini. Untunglah jalan raya di dini hari lebih ramah daripada siang hari sehingga dalam lima belas menit Mae telah tiba di rumah sakit. Setelah membayar dia langsung melangkah masuk setengah berlari dan matanya mulai mencari sosok seseorang. Ketika ia menemukan sosok tersebut sedang duduk di salah satu kursi pengunjung yang berbaris rapi di seberang meja resepsionis, Mae langsung menghampirinya. "Bagaimana bisa terjadi? Bagaimana keadaannya? Dimana dia berada?" tanya Mae tanpa dapat menutupi rasa khawatirnya. "Beliau..." Hendra terdiam. "Di mana kamarnya?" potong Mae cepat. Melihat kecemasan di raut wajah Mae akhirnya Hendra menyebutkan lokasi k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN