"Maaf telah meninggalkanmu pagi ini," ucap Edward ketika malam itu mereka makan bersama. Sungguh dia tulus mengucapkan kata maaf itu. Apalagi setelah malam indah yang telah mereka lalui bersama. Mae berhenti mengunyah sebelum akhirnya mengangguk. Lagipula hanya itu yang bisa dilakukannya. Toh dia hanya istri sementara. Jadi tidak perlu bersikap layaknya istri sebenarnya yang sedang kecewa kepada suaminya bukan? Pikir Mae pahit. "Tidak usah kamu pikirkan. Aku yakin itu hal penting," balas Mae sambil mengunyah makanannya pelan tanpa menatap Edward. "Kayana mencoba melukai dirinya sendiri," jelas Edward tanpa diminta. Mendengar ucapan Edward barulah Mae memandang wajah suaminya dengan raut wajah terkejut. "Bagaimana keadaannya?" "Dia baik-baik saja. Untunglah sempat tertolong," jawab

