Hal pertama yang dilihat Mae ketika membuka kedua matanya adalah d**a bidang milik seseorang. Seseorang yang telah berhasil menyuguhkan kenikmatan surga dunia. Mengingat kejadian semalam sukses membuat kedua pipi Mae menghangat. Menyadarkan dirinya jika ia sudah memberikan hak Edward sebagai seorang suami yang sebenarnya. Yang artinya apakah sekarang mereka adalah sepasang suami dan istri yang sebenarnya? Bukan pura-pura lagi. Memikirkan hal ini membuat kepala Mae berdenyut nyeri. Sebaiknya dia memikirkan hal ini nanti. Mae bangkit dari posisi tidurnya, mengenakan pakaiannya dan beranjak menuju dapur. Ia ingin membuatkan kopi dan roti panggang isi untuk Edward sebelum pria itu berangkat bekerja. Namun, ketika ia baru saja selesai meletakkan sepiring roti ke atas meja makan Edward keluar

