Forty Two

1006 Kata

Jika semua ini hanyalah sebuah mimpi, tolong bangunkan aku... Di hadapannya Edward tampak sibuk memandang buku menu untuk makan malam mereka di sebuah restoran salah satu hotel bintang lima di Ibukota. Restoran dengan gaya modern di mana meja kaca dan kursi berwarna hitam ditemani lampu kristal yang tergantung seakan memamerkan kemegahannya. Mae memilih menu Grilled Salmon Fillet dan Edward memilih Australian Black Angus Beef Tenderloin sebagai makan malam. Sedangkan untuk minuman, Edward memesan sebotol wine yang usianya sudah dua belas tahun. Sementara menunggu makan malam mereka datang, mendadak suasana kikuk memenuhi mereka. "Bagaimana pekerjaanmu?" tanya Edward membuka percakapan. Berusaha untuk mencairkan suasana. "Sejauh ini baik-baik aja," jawab Mae singkat. Edward menganggu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN