Wajah Edward tampak terkejut ketika ia mendengar pesan suara dari sekretarisnya jika seorang wanita bernama Mae ingin bertemu dengannya. "Biarkan dia masuk," perintah Edward. Tidak lama kemudian pintu terbuka dan Mae berdiri tegak di ambang pintu. Blouse lilac dipadu celana bahan abu-abu dan stiletto warna cokelat. Juga make up natural yang sedikit berbeda dari ingatannya membuat Edward memuji Mae di dalam hati. Tapi semua pujian itu segera ia tepis pada detik berikutnya karena ia tak boleh terlena. Di hadapannya Mae melangkah masuk dan berdiri tak jauh dari meja kerjanya. "Aku tidak akan lama," kata Mae membuka suara. Untuk sesaat mereka saling pandang dengan ingatan kenangan di antara mereka yang kembali berputar seperti proyektor. "Apa yang membuatmu ingin menemuiku?" tanya Edward me

