Pria itu melepas kan senter yang dia pegang dan mulai memeluk Nana, mendekat kan tubuh nya pada tubuh kecil Nana dan mulai menciumi tiap inci leher gadis itu. Karena takut dan jijik, air mata Nana terus megnalir, dia memohon dan berharap akan ada keajaiban yang datang menolong nya. Beruntung untuk Nana, dalam sekejap doa nya di dengar oleh tuhan. Saat pria itu mencoba merobek pakaian Nana, seorang remaja berpakaian serba hitam dantang dan memukul pria itu hingga pingsan. “Si — siapa kau?” tanya Nana beringsut mundur ke belakang. “Harus nya aku yang bertanya,” ucap remeaja berusia sekitar delapan belas tahun itu dengan sangat tenang, bahkan wajah nya terkesan dingin dan sangat kaku, “sedang apa kau di tempat seperti ini ...?” “A —aku?” Pria itu mungkin berusia sekitar delapan tahun a

