“Apa yang kau dapatkan?”
Tanya Neo sesaat setelah Ash membuka pintu ruang kerja nya dan bicara seolah dia benar-benar sudah melihat pria itu berdiri di dalam sana.
Namun, pria yang masuk dengan satu nampan berisi satu set teko teh di tangan nya itu tidak mengatakan apa pun sampai dia selesai menutup pintu ruang kerja tuan nya itu rapat sebelum kemudian bergerak mendekati meja kerja nya yang selalu kosong.
Katakan itu sebuah meja kerja, tapi tak ada berkas apa pun di sana, tak ada satu pun komputer di sana, hanya ada sebuah lampu meja dan sebuah telepon yang nyaris tak pernah Neo gunakan.
“Anda mau secangkir teh?”
Mendapat tawaran berbau basa-basi dari Ash, sekali lagi Neo mendelik kan sepasang mata nya dan menatap jengah pria yang kini sudah berpenampilan serapi yang selalu dia lakukan. Bahkan dari setelan khas buttler yang dia kenakan Neo bisa mencium aroma pewangi pakaian. Namun bukan itu yang ingin Neo tahu, atau pun secangkir teh yang di tawarkan pria itu pada nya.
“Berikan aku apa yang kau dapatkan hari ini.”
Neo mengabaikan tawaran secangkir teh dari Ash. Tapi, Ash tetap saja menuangkan teh dari dalam teko seperti yang selalu dia lakukan setiap kali Neo meminta nya datang ke ruangan tersebut.
Sungguh sebuah rutinitas yang tidak pernah di bayangkan siapa pun akan selalu di lakukan meski tidak dapat perintah sama sekali. Agaknya terdengar sia-sia, namun di mata Ash, pekerjaan tetaplah pekerjaan, entah itu di berikan atau dia yang meminta nya sendiri, dia akan tetap melakukan nya.
“Seperti yang anda kira, Atha Cruela memindahkan gudang penelitian mereka ke Burlington House.” Ujar Ash, baru setelah dia selesai menuangkan teh dari teko ke dalam sebuah cangkir keramik lalu menaruh nya tepat di depan Neo.
Uap panas mengepul dari dalam cangkir berisi teh itu, dan sepasang iriz zamrud Neo bahkan tak berkedip menatap bagai mana gumpalan uap itu menari mengikuti angin ruangan yang terasa ringan, meliuk bagai penari di timur tengah.
“Jadi benar dia melakukan itu? Tapi kenapa dia meninggalkan nya di sana?”
“Hanya ada dua kemungkinan, yaitu mereka sudah kehilangan bahan baku utama mereka, atau pemimpin mereka ingin agar Garnet menghentikan kegiatan itu.”
“Kau yakin?”
“Mungkin juga mereka sedang membuat lebih banyak pengaruh di luar sana, ah ... setidak nya, selama dua puluh delapan tahun terakhir tidak ada aktivitas mencurigakan dari Garnet, juga sejak terakhir anda mengobrak-abrik markas utama mereka.”
Neo diam. Dia memang pernah melakukan itu dulu sekali, dan karena hal itu Garnet kehilangan hampir seluruh aset mereka dan dari sana jugalah dia mendapatkan semua yang dia miliki sekarang.
Berkat teknologi dari Garnet, Neo dibantu Ash mengembangkan sebuah perusahaan robotik yang berkembang di pasar dunia, membawa hampir seluruh kekayaan dunia dalam gengaman nya hingga siapa pun bisa saja menjilati sepatu kotor nya tanpa dia minta hanya untuk selembar uang yang menurut nya tidak berharga.
“Lalu apa saja yang kau lakukan di sana?”
“Saya? Hanya bermain-main,” jawab Ash ringan.
“Sampai bajumu hancur begitu?”
“Ada beberapa orang jahat di sana yang mengganggu, jadi ... saya tidak sengaja terlibat perkelahian dengan mereka.”
Rahang Neo kembali terlihat lebih keras dari biasa nya. Gertakan gigi terdengar samar, namun tak sedikit pun Neo berteriak untuk memaki atau melontarkan kalimat kasar pada pria yang sudah menemani nya sejak dulu sekali itu.
“Bagai mana dengan lokasi Atha Cruela?” lanjut Neo untuk obrolan yang masih sama.
“Terakhir yang saya tahu, dia menemui Christina Hendrick di sebuah kafe—“
“Dan aku tidak dapat apa pun dari gadis itu gara-gara Hetshin.” Neo menimpali. Neo masih ingat bagai mana Hetshin menghancurkan momen berharganya dengan 6782, sebelum dia mengorek informasi lebih banyak.
“Wah, sayang sekali ....”
Ash terdengar bersimpati, tapi Neo yakin kalau pria itu sedang mengejek nya sekarang.
“Apa kau dapat sesuatu setelah itu?”
“Tidak banyak, tapi ... Vastar Hendrick Al Rasyid juga sedang mencari tahu di mana Don Herlanfar berada. Setelah Lucifer kita bawa.”
“Maksudmu Dere?”
“Bukankah anda yang menamainya dengan nama itu?” Ash menebak.
“Tidak...,”
“Lalu?”
“Aku tidak tahu siapa yang memberikan dia nama seperti itu padanya, tapi yang jelas Hetshin mengatakan kalau dia sudah mendapatkan Lucifer — setelah itu, dia menghilang dengan Dere di tangan mereka.”
“Boleh saya bertanya?” Ash memotong, “kenapa anda ingin meneruskan ini semua setelah anda mendapatkan kembali nona Dere? Bukan kah seharus nya anda berhenti dan menikmati sisa hidup anda bersama nya juga calon bayi kalian?”
Sepasang mata Neo mendelik memandang Ash yang menanyakan seperti itu padahal dia sudah tahu alasan kenapa Neo seperti ini sampai detik ini.
Mungkin benar jika harus nya dia berhenti dan mulai menikmati hidup nya dengan Dere juga calon bayi mereka seperti kata Ash barusan. Namun, di mata Neo, semua rentetan kejadian ini teasa banyak kejanggalan. Dan karena kejanggalan-kejanggalan itulah dia tidak ingin berhenti, karena kalau dia berhenti di sini, mungkin nyawa Dere dan bayi mereka adalah taruhan nya.
Lagi pula, dia tidak mungkin tetap membiarkan Don Herlanfar juga wanita bernama Atha Cruela itu tetap berkeliaran setelah dia tahu kalau dua orang itu tidak bekerja sendiri untuk kembali membangun Garnet yang pernah dia hancurkan.
Selain itu, Neo juga belum paham, sebenarnya apa itu Lucifer, dan tentang tujuan Hetshin membawa Dere pergi dari nya, juga tetang kematian seluruh keluarga yang tidak akan pernah bisa dia lupakan seumur hidup nya.
“Aku tidak akan berhenti sampai aku menemukan otak di balik Garnet yang masih bisa berdiri hingga detik ini padahal semua nya sudah ku ledakan dulu, dan ku yakin kalau sudah tidak ada lagi yang tersisa di sana, tapi hebat sekali melihat mereka masih bisa berdiri hingga detik ini. Selain itu, aku belum puas kalau aku belum membunuh Hetshin Zoax dengan tanganku sendiri.”
Neo mengepalkan tangan nya penuh amarah, sementara Ash hanya bisa tersenyum saat melihat tuan nya melakukan hal tersebut. “Manusia itu, benar-benar makhluk mengerikan, ya ....” gumam Ash dengan wajah yang tak berhenti tersenyum.
“Manusia...?” Neo membeo.
“Ah, hampir saja saya lupa kalau anda sudah bukan lagi manusia sejak Hetshin Zoax mengambil semua nya dari anda. Tapi...,” Ash menghentikan kalimat nya sejenak dan melihat bagai mana perubahan ekpresi Neo setelah nya. Dan ternyata, majikannya tersebut memaksa Ash untuk melanjutkan kalimatnya dalam diam, dengan tatapan setajam belati seperti biasa nya. Sebuah tatapan yang selalu membuat nya b*******h,
“bagai mana kalau bukan Hetshin Zoax yang membunuh seluruh KELUARGA anda waktu itu? Yang otomatis membuat anda juga sudah salah untuk setiap kebencian yang anda tanamkan untuk nya selama ini, lalu ... apa perasaan bersalah anda setelah itu, akan kah tetap membuat anda tidur nyenyak di kemudian hari?”
Ash kembali tersenyum di akhir kalimat nya. Tanpa menunggu jawaban macam apa yang akan di keluarkan Neo untuk pernyataan itu, Ash memilih berbalik, “Saya akan membuat secangkir teh untuk anda.”
_