Setibanya di toko buku, Angga memarkirkan motornya di tempat parkiran roda dua. Vela turun dari motor dan mencoba membuka tali helm sendiri. “Bisa ngga bukanya?” Vela menggeleng, dengan bibir yang mengerucut lucu. Angga tersenyum gemas lalu mengambil alih untuk membuka tali helm yang terpasang di kepala Vela. “Oke, thank u ya kak.” Angga mengangguk. “Ya udah, yuk masuk.” Mereka pun memasuki toko buku tersebut bersama. Saat memasuki toko buku, Angga mengedarkan pandangannya ke rak-rak buku yang terpampang jelas di sana. “Vel, kamu cari buku yang kamu suka dulu ya, aku mau ke sana dulu,” celetuk Angga seraya menunjuk rak buku-buku tentang bisnis. “Oh, oke deh Kak.” Vela pergi ke tempat yang berlawanan arah dengan Angga, dimana rak novel-novel berada. Ia menelusuri rak, mengambil novel,

