Setibanya di rumah Vela, Vela bergegas memapah Angga masuk ke dalam rumahnya. “Hati-hati ya Kak.” Ting! Vela memencet bel rumahnya karena pintu rumahnya ternyata terkunci. “Ma! Buka pintunya~ aku pulang!” tok tok tok! Ceklek! Tak lama kemudian pintu terbuka dan terlihatlah Mamanya yang sedang memegang spatula. “Vel, Angga kenapa? Kenapa pake dipapah segala?” tanya Fitri khawatir ketika mendapati Angga dipapah oleh anaknya. “Nanti ya Ma, aku ceritain.” “Ya udah ayo masuk-masuk.” Fitri dengan cepat menyuruh Vela dan Angga masuk, Vela membawa Angga sampai ke ruang tamu. Sementara Fitri segera ke belakang. “Kak, sebentar ya, aku ambilkan obat dulu.” Angga hanya mengangguk dengan wajah yang menahan sakit. “Ma, obat salep untuk pereda nyeri habis terkena air panas mana ya?” tanya Vela

