Flashback ON. Helena berjalan menuju ke dapur dan melihat lagi-lagi Lily menangis didekat kamar mandi, dan itu membuat Helena makin penasaram dengan apa yang terjadi pada Lily dengan kedua tangan yang merah dan melepuh seperti itu. “Lily? Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Helena. “Nyonya? Anda ternyata.” Lily kembali menyembunyikan kedua tangannya. “Panggil saja aku Helena, jangan panggil Nyonya,” kata Helena. “Kamu kenapa? Apa ada masalah? “Saya tidak apa-apa. Saya tidak biasa memanggil majikan saya dengan sebutan nama,” jawab Lily. Helena menautkan alis, tidak mungkin tidak apa-apa melihat Lily menangis, seperti sesuatu terjadi padanya dan itu membuat Helena penasaran. Ia bukan kepo terhadap urusan orang lain, namun ia terganggu saja melihat Lily menangis sejak pagi, dan kini ia

