Chap #33

997 Kata

“LILY!” suara Tari terdengar, membuat Lily langsung menghadap, sedangkan Helena masih melihat dengan seksama di ruangan lain. “Iya, Nyonya?” Lily datang menghadap dimana Tari tengah duduk. “Kau ini kemana saja? Aku tidak suka, ya, memanggil sampai dua kali,” kata Tari, lalu beranjak dari duduknya dan menghampiri Lily yang kini menundukkan kepala didepannya. “Apa kau tahu bahwa aku tak suka di abaikan? Aku bisa membuat kedua tanganmu patah,” bisik Tari. “Saya minta maaf atas kesalahan saya, Nyonya,” jawab Lily. Sedangkan Duke sebagai kepala maid hanya berdiam diri tanpa melakukan perlawanan meski ia sering kali merasa semuanya ini tak adil. “Kau jangan macam-macam, Lily!” bentak Tari. Perempuan itu lalu menendang kaki Lily, membuat Lily kembali menegakkan kakinya. Satu dua kali Tari m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN