Selesainya acara launching, Arsen dan Aleia terlihat sedang mengobrol, Helena dan Rubi hanya menunggu obrolan itu selesai, ada rasa cemburu yang bisa saja membakar tubuh Helena saat ini, dan Helena mencoba tak marah, kesel dan apa pun itu, karena Aleia pernah menjadi bagian hidup suaminya. “Terima kasih, ya, Al, kamu sudah mau membantuku,” ucap Arsen, membuat Aleia menganggukkan kepala, sudah lama sekali Arsen tidak mengajaknya mengobrol seperti ini. “Sama-sama. Kamu ‘kan tahu hampir seluruh kolega kamu, aku mengenalnya, jadi nggak masalah jika harus mengajak mereka mengobrol,” jawab Aleia. Arsen mengangguk lalu tersenyum, ia senang jika Aleia tidak dendam padanya, karena harus memutuskan secara sepihak ketika ia tidak lagi memiliki perasaan terhadap Aleia. Arsen mencoba ramah karena h

