Paris. Sampai di Paris, Arsen dan Helena di sambut hangat oleh karyawan hotel. Semuanya membungkukkan badan menghormati Arsen. Siapa yang tak mengenal pengusaha muda dengan banyaknya aset juga kekayaan yang ia kumpulkan sendiri tanpa turut campur ayahnya. Arsen ke Indonesia, karena ingin mengenal agama, budaya tempat lahir mendiang ayah dan ibunya. Arsen memang lahir di Indonesia, namun ia besar di Jerman, dan mendiang ibunya memperkerjakan guru bahasa Indonesia khusus untuk mengajari Arsen agar ia tak lupa bahasa dan negara kelahirannya. “Selamat siang, Arsen Putra Arbayu,” sapa seorang lelaki yang mengenakan setelas jas berwarna kuning senada dengan celananya, penampilannya terlihat glamour, jam tangan, aksesoris dan lainnya terlihat sangat mahal. “Siang, Jay. Aku akan ke kamarku,” k

