Arsen duduk di samping Helena yang kini terdiam, Helena merasakan degup jantungnya yang memacu begitu hebat. Apalagi wangi Arsen membuat penciumannya seakan dimanjakan. Wangi kayu-kayuan dan wangi mine yang bisa saja membuat Helena menggelepar tak tahu malu. “Kamu kenapa?” tanya Arsen, merengkuh pinggang Helena. Membuat Helena memekik karena gugup. “Aku nggak apa-apa,” jawab Helena. “Apa ada yang kamu pikirkan?” tanya Arsen, lagi. “Jika kamu berat ikut denganku ke Paris, kamu nggak usah pergi.” Helena menoleh menatap suaminya. “Aku nggak mungkin nggak ikut denganmu.” “Apa kau tak mau jauh dariku?” kekeh Arsen, membuat Helena menghela napas. “Ish. Siapa yang bilang aku nggak bisa jauh dari kamu?” Helena tersenyum, berhasil membuat Arsen tertawa kecil. Helena menoleh dan menatap suamin

