Esok paginya, Helena dan Arsen bersiap untuk bertemu Tuan Helvi, lelaki yang memiliki aset terbesar di pasar dunia, sungguh sosoknya sudah tua, namun jiwa mudanya masih berkobar, karena itu istrinya terlihat masih muda. “Apa yang harus aku lakukan?” tanya Helena. “Nggak ada yang bisa dilakukan, Sayang, seperti yang aku bilang, kamu jangan bersikap seperti sekretaris, tapi bersikap sebagai istri,” kata Arsen, membelai rambut istrinya. Helena mengangguk. “Ayo,” ajak Arsen, lalu menggenggam tangan istrinya dan membawanya masuk ke lapangan golf, dimana Tuan Helvi dan istrinya sedang main golf. Sekretaris Tuan Helvi membisik majikannya, lelaki tua itu menoleh melihat Arsen dan Helena yang sedang melempar senyum padanya. Tuan Helvi mengangguk, menandakan bahwa Arsen dan istrinya bisa masuk

