Lily hendak membawakan makan malam kepada Hamid dan Radilan yang kini memilih makan malam di kamar, daripada harus satu meja dengan Tari dan keluarganya. Lily dan semuanya pun tak menyangka dengan kabar yang mereka dengar bahwa kondisi Arsen saat ini sedang kritis. Lily membawa nampan, dan langkahnya terhenti ketika mendengar obrolan dari dalam kamar Tari. “Jadi, kau melakukan itu pada keponakanmu sendiri?” tanya Hilman dengan tatapan mata segelap malam, ia melihat istrinya yang kini sedang menikmati minuman keras seperti biasanya. “Iya. Memangnya kenapa? Kau mau melaporkanku ke polisi?” Lily membulatkan matanya penuh ketika mendengar pengakuan Tari, tentu saja ia harus melakukan sesuatu dengan mengambil ponselnya di saku celemeknya dan merekam semua obrolan Hilman dan Tari. Apalagi pi

