Selamat Membaca "Kenapa harus sedih Zio! Bukankah ini memang sudah isi kontrak nya! Lagian yang kamu cintai hanyalah Alena saja!" Sekuat hati Zio berusaha menepis kembali rasa di hatinya. "Zi!" Sapa ibunya yang melihat Zio sepertinya melamun. "Iya Bu!" Zio terperanjat, sadar kalau dirinya tadi melamun. "Ada apa? Kamu sedang memikirkan apa?" Ibunya memang peka, dia bisa menyadari kalau ada sesuatu yang tengah dipikirkan anaknya itu. "Tidak ada Bu! Baiklah untuk memastikan saya akan membawa Naya ke tempat praktek dr.Rita teman ku." Ujar Zio dengan yakin, dia menoleh sekilas kearah Naya. Naya yang juga sedang menoleh kearahnya sedikit merasa malu. Dengan cepat dia menundukkan pandangan nya dengan pipi bersemu merah. Zio tersenyum kepada kedua orang tua nya untuk menutupi ras

