"Al!" Zio segera melepaskan rengkuhan tangannya kepada Naya dan segera menghampiri Alena. "Apa yang kamu lakukan Zi! Jika kamu gak menyukai diamaka tidak mungkin kamu akan menciumnya!" Alena berkata lirih, air matanya berderai. Dia sakit hati. Naya menundukkan wajahnya, dia merasa bersalah. Sedangkan Zio bungkam, lidahnya kelu. Dia tak mampu menjawab pertanyaan Alena. Saat ini dirinya pun merasa bingung dengan perasaannya sendiri. Apakah benar dirinya menyukai Naya atau tidak. "Ah tidak mungkin kan aku mencintai Naya! Aku hanya mencintai Alena saja!" Gumam Zio dalam hatinya. "Kenapa diam? Kamu bingung kan dengan perasaan mu sendiri? Masih diam! Jadi benar kalau kamu mulai mencintai nya Zi! " Alena berkata dengan suara yang meninggi namun terdengar parau. Hatinya sakit dan saat ini d

