Selamat Membaca " membuat ku tambah pusing!"Alena mJanganendorong tubuh Dandi karena kesal nya. "Jangan marah sayang, ayo ikut dengan ku ke kota B. Sekalian mereset isi otak mu yang lagi kesal itu." Ujar Dandi sambil memagit bibir merah Alena dengan penuh gairah. Alena diam tak membalasnya kali ini. Dia merasa sangat kesal pada Dandi. "Maaf aku sedang malas!" Mendorong tubuh Dandi, lalu duduk menyender di sopa. Dandi ikut duduk di samping Alena. Tangan nya membelai lembut rambut Alena. "Aku akan pergi sekarang juga, lalu apa keputusan mu?" Tanya nya. Alena tampak berpikir sejenak. "Aku ikut!" Jawab Alena. Jalan-jalan akan menenangkan hatinya yang galau pikirnya. Tapi dia salah besar, selain memberikan peluang lebih banyak untuk Zio dan Naya. Dia pun menumpuk dosa karena pergi den

