Selamat Membaca "Dia gak ada tuh!" Senyuman mulai terbit dari sudut bibir Alena. "Yes! Rupanya kamu udah pergi Naya!"Gumamnya dalam hati, dia sangat bahagia. "Yang bener Al!" Terdengar kecemasan dari nada suara Zio. "Iya gak ada, lagian kenapa kamu harus sepanik itu sih Zi!" Alena meremas telpon yang di genggam nya. Tut Tut Zio tak menjawab pertanyaan Alena, dia langsung saja menutup panggilannya. Alena mengeram kesal dari rumah. *** Rumah Orang tua Naya "Bagaimana?" Tanya ibu Naya dengan cemas. Zio menggelengkan kepalanya dengan raut wajah penuh kecemasan. "Bagaimana ini pak, ibu sudah merasakan hal aneh saat Naya bawa koper besar!" Ibu mulai terisak, takut terjadi sesuatu dengan Naya. "Tenanglah Bu, kita tanyakan pada teman-teman kuliah nya dulu." Ayah Naya menenangkan. "Se

