Selamat Membaca Naya begitu sedih sebenarnya. Membayangkan jauh dari kota kelahirannya, jauh dari keluarga dan jauh dari suami yang dia cintai. Tapi tak ada pilihan lain. Dia sadar diri dengan posisinya. Dirinya hanyalah isteri kontrak yang akan segera di depak setelah anak dalam kandungan nya lahir. Teringat perkataan Zio yang begitu lembut penuh kasih sayang, yang mengatakan ingin hidup bersama dan bahagia bersama hatinya makin berdenyut nyeri. "Mana mungkin nyonya Alena setuju, yang ada dia ngamuk jika tahu suaminya bilang begitu padaku!" Naya bergumam diiringi tawa kecut nya. Baru melihat Zio sedikit perhatian saja, Alena sudah mengusirnya. Apalagi jika Zio benar-benar merealisasikan perkataannya. Pasti Alena akan mengamuk. Pikir Naya. Naya memejamkan matanya, hingga ia terlelap

