Selamat Membaca "Tenanglah Nay, ingat kamu sedang hamil saat ini. Jangan biarkan beban memenuhi pikiran mu." Ujar Zio lembut berusaha menenangkan Naya. "Tapi dia menuduhku!" Naya menatap Zio. Zio bisa melihat ada rasa takut dimata Naya. Takut Zio mempercayai perkataan wanita bernama Nadia itu. "Tenanglah, aku percaya padamu Nay. Dia pasti salah paham." Perkataan Zio sungguh membuat hati Naya menghangat. "Dengar nyonya anda pasti salah paham, tak mungkin Naya seperti itu. Apalagi dia selama ini tinggal dengan ku, dan hari ini dia datang untuk menginap disini." Zio bersikap tenang. "Tapi itu kenyataannya! Mengaku sajalah kamu!" Wanita itu menatap Naya dengan marah. "Saya tak akan mengakui hal yang tidak saya lakukan!" Naya terpancing emosi, dia berteriak. "Naya tenanglah!" Zio mendek

